• +62 711 354222

Gelar :
- Magister Sains (M.Si.) - Pasca Sarjana UNSRI
- Master of Science (M.Sc) - UNESCO-IHE,Belanda

Ketua Program Studi :
Prof. Dr. Ir. Robiyanto Susanto, M.Agr.Sc.

Download : Formulir Pendaftaran

- Poster Double Degree


DOUBLE MASTER DEGREE INTEGRATED LOWLAND DEVELOPMENT

and MANAGEMENT PLANNING (DD-ILDM)

 

LATAR BELAKANG

Lahan Rawa merupakan lahan yang belum optimal penggunaannya atau yang belum digunakan namun tersedia secara luas di Indonesia. Luas total lahan rawa Indonesia adalah 33 juta ha, yang terdiri dari 20 juta ha rawa pasang surut dan 13 juta ha rawa non pasang surut (lebak). Dari jumlah tersebut, 4 juta ha sudah dikembangkan yang meliputi 2.6 juta ha secara spontan oleh masyarakat/ swasta, dan 1.3 juta ha dengan bantuan pemerintah. Disamping itu, masih ada lahan rawa yang potensial untuk dikembangkan seluas 4 juta ha.

Daerah rawa ini tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya; dari 434 kabupaten/ kota di Indonesia yang ada saat ini, diperkirakan lebih dari 150 kabupaten/ kota mempunyai daerah rawa. Pengunaan lahan rawa ini sangat beragam, diantaranya untuk: kawasan konservasi, ekoturisme, pengembangan tanaman pangan, hortikultura, sayur, pengembangan perkebunan, budidaya perikanan, peternakan, pengembangan tanaman industri, serta pemukiman dan prasarana. Produksi padi di lahan rawa berkisar 2-3 ton per ha, yang pada kondisi usahatani yang baik dapat mencapai 6-7 ton/ ha.

Namun demikian pemanfaatan ini masih menyisakan berbagai permasalahan seperti: permasalahan tata air, penataan ruang, keasaman tanah, penyediaan sarana produksi pertanian, hama penyakit, pasca panen, transportasi, penyediaan air bersih dan sanitasi, serta pendanaan.

Pengembangan daerah rawa dengan bantuan pemerintah yang dimulai tahun 1969 secara luas terdapat di provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Lampung, Kalimantan bagian barat dan selatan.

UNIVERSITAS SRIWIJAYA (www.unsri.ac.id) DAN PENGEMBANGAN IPTEK DAERAH RAWA

Universitas Sriwijaya yang terletak di provinsi Sumatera Selatan (87.017 km2) menghadapi tantangan pembangunan yang berkaitan dengan pengembangan IPTEK daerah rawa yang cukup signifikan (luas daerah rawa di Sumatera Selatan adalah 30% dari luas provinsi Sumatera Selatan).  Tridharma Perguruan Tinggi Universitas Sriwijaya yang dilakukan meliputi bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ilmu, serta bidang pengabdian pada masyarakat.  

Hasil-hasil kajian tentang daerah rawa yang dilakukan Universitas Sriwijaya, serta hasil survey, pemetaan, monitoring dan evaluasi; model-model pengembangan dan pengelolaan sistim pertanian dalam arti luas, dipublikasikan dalam bentuk bahan kuliah, buku, makalah seminar, jurnal, atau disimpan dalam bentuk referensi di perpustakaan.

Pengembangan dan pengelolaan Pusat Data dan Informasi Daerah Rawa dan Pesisir (Pusdatainfo Rawa dan Pesisir, www.pusdatarawa.or.id ) sejak tahun 1999 yang sangat berkaitan erat dengan Universitas Sriwijaya, berperan nyata dalam pengembangan daerah rawa di Indonesia.  Hal ini merupakan suatu langkah nyata pelayanan publik. Keterlibatan staf dan kelompok peneliti rawa Universitas Sriwijaya dalam berbagai aktifitas nasional dan internasional perlu dijadikan pertimbangan dalam melakukan berbagai kerjasama.

PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN DAERAH RAWA SECARA PARTISIPATIF DAN TERPADU

Kelompok kerja manajemen rawa Universitas Sriwijaya  terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan dan pengelolaan daerah rawa, pendampingan masyarakat, penyuluhan dan pelatihan, bersama-sama dengan Departemen PU, Departemen Pertanian, Perum Bulog, Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, diantaranya:

a) Kegiatan Pilot Monitoring Scheme (Guide Line Project):
    P6-3N, Telang,  June 2002- Mei 2004

b) Bantuan Teknis dan Pengembangan SDM Kabupaten Banyuasin dalam
    Perencanaan dan Pengembangan Daerah Rawa (2002 sampai sekarang)

c) Rice Estate dan Unit Pengolahan Gabah dan Beras Perum Bulog
    (November 2002 sampai sekarang)

d) Panen Raya Rice Estate dan Kunjungan Presiden Republik Indonesia
    ke Telang I, Banyuasin (24 Maret 2003)

e) Penyusunan Master Plan Sumatera Selatan Lumbung Pangan (2005)

f) Land and Water Management Tidal Lowlands (LWMTL) Telang Saleh
   Juni 2004  Agustus 2006  (www.tidal-lowlands.org)

g) Lokakarya Sustainable Tidal Lowlands Development  
    Jakarta, 23 Agustus 2006

Kegiatan-kegiatan tersebut di atas dapat dikatakan sebagai salah satu pemicu titik balik optimalisasi daerah rawa dengan pendekatan integrasi secara partisipatif.

DOUBLE MASTER DEGREE INTEGRATED LOWLAND DEVELOPMENT DAN MANAGEMENT PLANNING (DD-ILDM)

Bappenas RI menetapkan program pendidikan gelar Double Degree Master dua tahun untuk Integrated Lowland Development and Management Plannning dipersiapkan dan dilaksanakan oleh Universitas Sriwijaya bersama-sama dengan Unesco-IHE. Ada 17 program Double Degree Bappenas yang diselenggarakan di pulau Jawa.  DD-ILDM Universitas Sriwijaya dan Unesco-IHE adalah program Double Degree Bappenas pertama yang diadakan di luar pulau Jawa.

Tujuan:  Program Master DD-ILDM ini bertujuan untuk mendukung dan memperkuat kapasitas institusi perencanaan melalui peningkatan kompetensi tenaga perencana dalam bidang pengembangan dan perencanaan pengelolaan rawa terpadu.

Jangka Waktu: Program ini akan berlangsung selama 2 tahun berturut-turut, yaitu 1 tahun pertama di PPS Universitas Sriwijaya, Palembang, dan 1 tahun berikutnya di Unesco-IHE, Delft, Belanda.

Persyaratan Peserta: Peserta program dapat berasal dari unsur pemerintahan, perguruan tinggi, BUMN, atau swasta/ masyarakat.   Seluruh perkuliahan baik yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Belanda akan dilaksanakan dengan menggunakan bahasa Inggris

Untuk peserta dari pemerintahan (pusat, provinsi, kabupaten/ kota) yang ingin menggunakan dana beasiswa Bappenas RI akan diseleksi oleh Bappenas dengan persyaratan sebagai berikut : a) Berpendidikan minimal S1 dalam bidang teknik, pertanian, lingkungan, atau yang setara, b) Belum memiliki gelar/ menjalani program S2, c) Berusia 38 tahun, d) Memiliki IPK S1 minimal 2,75, e) Berpengalaman kerja PNS minimal 2 tahun, f) Diusulkan oleh pejabat kepegawaian minimal eselon II, g) Skor TPA sekurang-kurangnya 500, h) Skor TOEFL untuk mengikuti EAP (English for Academic Purposes) serendah-rendahnya 450, i) Setelah mengikuti EAP skor TOEFL serendah-rendahnya 550, bila gagal peserta diberi kesempatan mengikuti program S2 dalam bidang yang sama di PPS Universitas Sriwijaya (single degree, M.Si), j) Memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan dalam  buku Panduan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan dan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perencana.
     

Lulusan program ini akan memiliki gelar (Magister Science, M.Si) dari Universitas Sriwijaya, dan gelas M.Sc (Master of Science) dari Unesco-IHE (Water Science and Engineering), yang keduanya dapat diperoleh dalam dua tahun.

Waktu Pendaftaran dan Pelaksanaan : a) Pendaftaran sampai 15 Desember 2006, b) Evaluasi peserta dan wawancara: Januari-Maret, 2006, c) EAP di Lab Bahasa Inggris Unsri mulai April 2007, d) Kuliah di Pascasarjana Unsri, mulai Agustus 2007, e) Kuliah di Unesco-IHE, Delft, Belanda mulai Oktober 2008.